Catatan dari Festival Mrica Desa Cingebul

Memasuki Desa Cingebul di Kecamatan Lumbir Kab. Banyumas, udara terasa sejuk. Jalanan turun naik dengan kondisi aspal hotmix mulus membuat kami teringat desa sendiri, Desa Madusari yang jalan hotmix-nya sudah bergelombang bahkan ambles akibat kendaraan berat (container) pabrik pengolah kayu.

Siang itu hari Rabu (6/5), kami memenuhi undangan teman di sosmed facebook grup Gerakan Desa Membangun dan Grup WA Reman Desa Melek IT, Rabu – Kamis, 6-7 Mei 2015, bertempat di Desa Cingebul diselenggarakan Festival Mrica, yaitu Masyarakat Informasi Cingebul Raya.

Pada hari pertama, acara dimulai dengan saresehan IT, dilanjutkan kelas lokalatih, yaitu membuat website desa, kelas menulis berita dan video, dan pengenalan TIK. Hari kedua adalah outbond di kebun merica penduduk setempat. Merica adalah produk andalan Cingebul yang dibranding sebagai One Vilage One Product (OVOP). Desa lain yang menanam merica adalah Desa Dermaji yang akan menjadi sister village.

Pemuda-pemudi setempat antusias mengikuti kelas jurnalistik, menulis dan membuat video. Mereka mengikuti kelas dengan antusias. Narasumber Festival Mrica dari Yayasan Gedhe Purwokerto, Gerakan Desa Membangun (GDM) dan penyuluh PPL Kecamatan Lumbir.

Outbond ke kebun merica merupakan acara yang dinantikan peserta. Mereka menyusuri kebun merica yang subur dan siap panen serta praktik membuat berita dan video di sana. Petani juga berbagi cara menangkal serangan babi/ celeng hutan yang suka merusak tanaman.

Kades Cingebul, Khusnadin saat ditemui madusari.desa.id menyampaikan terima kasih kepada para pemuda yang berpartisiasi, pemrakarsa serta pemberi materi. “Semoga pemuda kami jadi paham teknologi berbasis IT, ini tentu untuk kemajuan kami dalam menyebarluaskan potensi Cingebul ke dunia luar,” ujarnya. (chr)

cng2cng4

cng8

cng7

cng6

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *