Madusari Merintis BUM Desa

214

602

561
Dibuat pada Selasa, 03 Maret 2015 12:56

Mengutip tribunews.com terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar berpendapat desa memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti sumber daya air, yang dapat didayagunakan secara maksimal untuk menggerakkan ekonomi desa, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat (3/3/2015).

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya air oleh desa paling tepat adalah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes adalah lembaga usaha desa yang dikelola bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa.

Desa Madusari merintis BUMDes. Ide ini berawal dari program Pamsimas. Pengelola BPSPAM terdiri atas pengurus BP SPAM, tokoh masyarakat, dan perangkat desa ini mulai merintis BUMDes. Saat ini, pengelola sedang memperbaiki tata kelola administrasi keuangan dan menyiapkan kerangka aturan AD/ ART serta SK Kades tentang BUMDes. 

“Desa Madusari menerima bantuan pipa 5000 meter dari DCKTR untuk pengembangan Pamsimas sehingga akan menambah debit air dan pelanggan,” ujar Yoes Sachri, Kepala Desa Madusari. 

“Sekarang sudah ada 125 pelanggan. Pembayaran setiap awal. Biaya per meter kubik sebesar Rp 1000, biaya administrasi sebesar Rp 2.000. Sementara, biaya pasang pertama dikenai biaya Rp 500,” imbuhnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *