Warga Ciguha Keranjingan Beternak Jangkrik

CIGUHA-MADUSARI—Dalam satu tahun terakhir, sebagian warga Ciguha Dusun Cimalati keranjingan beternak jangkrik. Mereka membudidayakan jangkrik dalam kumbung. Satu peternak jangkrik memiliki belasan boks jangkrik ukuran sedang.

Menurut Arsim (peternak-penyuplai benih-pedagang), ada sekitar 12 peternak jangkrik Ciguha. Peternak jangkring lainnya berada di Cipicung. Total peternak sekitar 20 orang. “Terkadang kami kewalahan dalam pengadaan benihnya yang sementara ini masih didatangkan dari Karawang,” ujar Haji, sapaan sehari-hari Arsim.

Peternak tidak mengalami masalah dalam memasarkan jangkrik. Beberapa bandar besar dari Kota Banjar masih kekurangan pasokan. Jangkrik selama ini dibeli oleh penggemar burung. Ke depan, jangkrik dalam jumlah besar digunakan untuk kepentingan lain seperti industri obat-obatan dan kosmetika.

Harga masih ditentukan oleh tingkat konsumsi jangkrik di pasaran. Saat ini, harga jangkrik ukuran sedang mencapai Rp 21.000 hingga 25.000 per kg. Harga telur jangkrik mencapai Rp 50.000 per ons.

Jangkrik tergolong cepat pertumbuhannya, hanya memerlukan waktu paling lama empat puluh (40) hari setelah menetas. Peternak memberi pakan konsentrat dan alami berupa rumput-rumputan. Kini, peternak jangkrik Ciguha  membentuk kelompok ternak agar bisa meningkatkan kesempatan, salah satunya bantuan dari Pemkab Cilacap. (chr)

jangkrik ukuran sedang siap dikonsumsi peternak burung
jangkrik ukuran sedang siap dikonsumsi peternak burung

jgkrik2

5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *