Hujan Deras, Madusari Siaga Longsor

madusari - warni istri rohim rt 2 rw 7 rumahnya retak

Beberapa hari terakhir ini, hujan lebat mengguyur Madusari. Hal ini menyebabkan ancaman tanah longsor di beberapa titik wilayah, seperti yang terlihat di Dusun Cimalati. Setidaknya ada dua titik longsor yang dilaporkan sudah terjadi dan cukup membahayakan, di RT 02 RW 07 dan di RT 02 RW 10.

Salah satunya seperti menimpa rumah keluarga Rohim, warga RT 02/07 yang rumahnya mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah. Posisi rumah yang berada di dataran miring, mengakibatkan bahaya longsor mengancam setiap saat. Terlebih tidak ada talud yang dapat menyangga konstruksi rumah.

madusari - rumah rohim rt 2 rw 7 ciamlati retak

“Sudah beberapa hari ini saya kalau malam harus menginap di rumah tetangga, karena khawatir longsor. Rumah ini juga rencananya mau kami kosongkan saja, takut kalau terus disini” ujar Warni, istri Rohim, ketika ditemui tim Pemerintah Desa Madusari.

Kepada tim Pemdes yang menemuinya, Warni menyampaikan permohonan bantuan untuk penanganan masalah ini, antara lain dengan bantuan pembangunan talud, penyangga rumahnya, karena belum ada rencana pindah ke lokasi lain, mengingat keterbatasan kemampuannya jika harus pindah dan membangun rumah baru.

madusari - longsor selokan rt 2 rw 10 ciguha

Sementara itu di tempat lain, Pemdes Madusari juga menemukan lokasi longsoran selokan saluran irigasi di kawasan Jalan Kabupaten penghubung Cimalati-Cipicung, wilayah RT 02/10. Longsoran terjadi menggerus sebidang kebun milik warga RT 02/10.

“Longsoran di lokasi ini juga pernah terjadi beberapa tahun lalu, bahkan waktu itu sempat memutuskan ruas jalan, untungnya kali ini longsor tidak sampai membahayakan jalan raya” ujar Yoes Sachri, Kepala Desa Madusari yang meninjau lokasi tersebut.

madusari - longsor kebun kardi rt 2 rw 10 ciguha

Karena longsoran memutuskan selokan saluran irigasi, maka pengairan sawah ke kawasan Ciguha saat ini masih terkendala. Lebih lanjut, Pemdes Madusari telah melaporkan semua ancaman dan kejadian bencana alam ini kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cilacap, perwakilan kecamatan Wanareja pada hari Jumat (13/2/2016).

13 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *